Halaman

Kamis, 05 April 2012

Komentar

Banjir di Lebak Banten

Satu lagi bencana yang melanda negeri kita tercinta ini yaitu banjir. Tahun-tahun sebelumnya telah melanda Jakarta dan daerah lain yang mengakibatkan saudara-saudara kita dengan terpaksa harus meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mengungsi dan mengamankan diri.

Kali ini banjir kembali melanda Lebak Banten disebabkan meluapnya Sungai Ciujung telah menelan empat korban jiwa. Satu korban hanyut terbawa arus Sungai Ciujung di sekitar Kota Rangkasbitung. Perlu disikapi banjir adalah bencana langganan yang hampir setiap tahun melanda. Belum ada solusi yang bisa mengatasi masalah ini. Masyarakat yang dibuat resah hanya bisa pasrah dengan keadaan ini. Masalah banjir tidak  hanya menjadi masalah pemerintah saja namun seluruh masyarakat Indonesia. mari semua peduli dengan banjir. Bagi masyarakat yang jauh dari tempat kejadian bisa membantu para pengungsi misalnya : pakaian yang layak pakai, makanan.

Bencana banjir tidak hanya meninggalkan air genangan, namun masyarakat yang berada di pengungsian juga nasibnya sungguh memprihatinkan. Mereka yang belum mendapatkan bala bantuan harus duduk manis menunggu bantuan datang tanpa bisa melakukan apa-apa. Bagaimana tidak, dalam kondisi seperti ini mereka kesulitan mencari kebutuhan makan, pakaian seadanya. untuk mendapatkan air bersih mereka harus berbagi dengan pengungsi-pengunsi yang lain.

Tidak hanya itu berbagai macam penyakit seperti flu, diare dan penyakit kulit lainnya juga harus mereka alami selama di pengungsian. Mereka membutuhkan semua jenis bantuan untuk menunjang kesehatan  mereka. Jika bantuan terlambat maka penyakit-penyakit ini akan dengan mudah menular kepada pengunsi yang lainnya. Kasian sekali, namun mereka tak bisa menolak semua ini.

Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Lebak, jumlah rumah yang terendam tercatat 5.146 unit, 15 di antaranya rusak berat. untuk sementara mereka belum bisa kembali ke rumah tempat tinggal mereka. semua barang berharga yang berada di rumah mereka terendam air dan sedikit dari harta mereka yang bisa diselamatkan.

Musibah demi musibah yang melanda negeri ini tanpa henti, harus ada hikmah yang bisa kita dapatkan dari semuanya. Bumi yang telah tua ini terus-terusan menyapa dan menegur semua manusia lewat bencana yang melanda. Mungkin sudah saatnya kita berhenti untuk terlalu sibuk memikirkan dunia. Ada satu Dzat yang kita lupakan, Dzat yang tak pernah berhenti memberikan semua kebutuhan kita, walau tanpa dimintapun Dzat tersebut selalu dengan kasih memberikan semua kebutuhan kita.

Allah yang selalu tau kebutuhan kita dari pada kita sendiri. Allah kembali menegurkherat kita lewat bencana yang terjadi. Wahai manusia janganlah kita terlalu sibuk dengan urusan dunia, karena masih ada akherat yang kekal sebagai tempat kembali kita di sisi-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar